SELAMAT DATANG DI BLOG ARIEF ARDILES

jika ada kritik dan saran kami persilahkan
Semoga bermanfaat

Selasa, 07 Juni 2011

Ikan Dengan Mulut Buaya Di Temukan Di China


Ikan Dengan Mulut Buaya Di Temukan Di China


Seorang pria menangkap ikan aneh dengan rahang buaya di sebuah danau di Anshan, Cina. Berita itu segera tersebar di desa kecil dan menarik banyak penduduk tepi danau untuk melihat ikan aneh. Pria itu berkata bahwa ia belum pernah melihat jenis ikan ini sebelumnya dan ia terkejut ketika melihat itu. Banyak penduduk yang memancing di tepi danau di danau selama bertahun-tahun tetapi tak satu pun dari mereka telah melihat jenis ikan seperti sebelumnya juga.

Ikan yang aneh ini memiliki panjang 90 sentimeter dan berat 3-kilogram. Menurut para ahli, itu adalah spotted gar, predator yang ganas yang berasal dari Amerika dan dibesarkan oleh banyak orang sebagai binatang peliharaan. Namun, sangat jarang terdapat di Cina.

10 Ilmuwan Tidak Terkenal Yang Mengubah Dunia


10 Ilmuwan Tidak Terkenal Yang Mengubah Dunia

Banyak kita kenal penemu-penemu atau ilmuwan beserta penemuan2nya yang fenomenal, sebut saja Alexander Graham Bell dengan teleponnya, James Watt dengan mesin uapnya, atau Albert Einstein dengan teori relativitasnya.Tapi apakah agan-agan kenal sama ilmuwan-ilmuwan di bawah ini, walaupun mereka kurang terkenal namun kontribusinya sangat berperan dalam mengubah dunia.Cekidot gan ilmuwannya ane urutin dari 10 - 1 yang paling berpengaruh mengubah dunia:10. IBNU AL-HAYTHAM (965-1039 M)


Lahir di Basra, Al-Haytham adalah seorang pemikir terkemuka pada zamannya. Dia membuat sumbangan berharga dalam bidang matematika, anatomi, astronomi, teknik, kedokteran, filsafat, dan fisika. Ia juga memperkenalkan metodologi ilmiah eksperimen dan observasi. Karyanya yg penting adalah pada tulisan mengenai optik, The Book of Optics dianggap sebagai yang berpengaruh untuk sebuah revolusi dalam studi optik dan persepsi visual. buku tersebut adalah deskripsi pertama dari kamera obscura (kamar gelap), dan ia juga meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan mikroskop, teleskop dan menetapkan prinsip-prinsip optik seni Renaisans. Mikroskop secara khusus memiliki implikasi yang besar untuk obat-obatan dan mikrobiologi, maupun kimia di dunia modern.

9. Tim Berners-Lee (1955-sekarang)
Jika bukan karena Tim Berners-Lee, Anda tidak akan dapat membaca artikel ini. Dia adalah orang yang berperan memperkenalkan World Wide Web, yang dikembangkan sebagai utilitas komunikasi pada saat bekerja di CERN, European Particle Physics Laboratory. Hebatnya, ia menolak paten penemuannya, ia memberikannya sebagai hadiah kepada dunia sebagai gantinya. Internet telah merevolusi cara orang berkomunikasi dengan kemampuannya untuk memperoleh informasi,kecepatan dan efisiensi sejalan perdagangan global yang beroperasi. Penemuannya adalah sesuatu yang benar-benar revolusioner dalam dunia komunikasi, dengan potensi untuk melebihi penemuan Marconi dan Alexander Graham Bell
8. No.8 - Ibnu Sina (980-1037 M)
Salah satu yang paling berpengaruh dari semua ilmuwan Islam adalah Ibnu Sina, seperti keanyakan rekan2nya, dia bekerja pada banyak aspek ilmu termasuk kedokteran, matematika, logika, dan geologi. Dia menulis hampir 450 teks bacaan pada berbagai subyek, dua yang paling terkenal adalah The Canon of Medicine dan The Book of Healing. buku2 Ini digunakan sebagai buku standar pelajaran universitas di Eropa selama ratusan tahun. Namun, pengaruhnya meluas lebih jauh lagi, karena ia juga dianggap berperan untuk pengenalan karantina untuk menghindari penyebaran infeksi, juga memperkenalkan uji klinis dan eksperimen sistematis .

7. Thomas Midgley (1889-1944)
Thomas Midgley adalah orang yang telah membuat kontribusi besar untuk dunia modern. Sayangnya, kontribusinya bukan yang positif. Pertama, Midgley menemukan adiktif yang dapat membuat bensin menghentikan efek "mengetuk" pada mesin mobil. Namun, hal ini juga menimbulkan masalah kesehatan secara global. Selanjutnya, ia adalah orang yang berperan dalam pengembangan CFC, salah satu senyawa yang paling merusak di atmosfer kita saat ini, dan kontributor utama pemanasan global. Telah diakui bahwa Midgley "memiliki dampak yang lebih besar pada atmosfer dari pada organisme lain apapun dalam sejarah." sangat menyedihkan untuk dirinya, tapi bagaimanapun juga berguna bagi umat manusia. Ia terjangkit polio yang membuatnya tidak bisa beranjak dari tempay tidurnya dan lalu setelah merancang sistem katrol yang rumit untuk membantunya bangun dari tempat tidur, ia tidak sengaja tersangkut di tali dan mencekik dirinya sendiri.
6. Fritz Haber (1868-1934)
Fritz Haber adalah seorang kimiawan Jerman yang bekerja membuka tabir baik keajaiban dan keganasan dari sebuah science yang tidak terungkap. Haber mencatatkan namanya pada industri sintesis amonia, komponen penting pupuk dalam pertanian modern. Hal ini telah membantu dalam produksi pangan intensif yang telah menjadi ciri dunia modern, dan pada gilirannya memungkinkan pertumbuhan penduduk yang besar dari abad ke-20. Ia sangat terlibat dalam pengembangan senjata kimia seperti gas klorin untuk Jerman di Perang Dunia I, dan ia diberi julukan oleh beberapa orang sebagai bapak dari perang kimia. Karya Haber membantu pengembangan gas sianida, yang digunakan oleh Nazi untuk melakukan beberapa kekejaman terburuk dalam sejarah manusia.
5. Leó Szilárd (1898-1964)
Mungkin salah satu kolaborator yang kurang dikenal di Proyek Manhattan , adalah Szilárd yang berperan pada gagasan reaksi berantai nuklir, proses yang membuat bom atom untuk dikembangkan. Dia juga orang yang memprakarsai Proyek Manhattan, yaitu dengan menulis kepada Presiden Roosevelt untuk mendesaknya mengembangkan senjata-senjata ini, karena ia percaya orang Jerman meneliti sesuatu yang serupa. walaupun ia merasa jijik pada penggunaan kekerasan, namun Szilárd telah berkontribusi pada awal perkembangan abad nuklir, dan telah mengubah dunia secara dramatis.
4. James Clerk Maxwell (1831-1879)
Diakui oleh beberapa orang sebagai bapak fisika modern, James Clerk Maxwell adalah tokoh yang sangat berpengaruh di bidang listrik, termodinamika, fotografi, energi nuklir, dan lain-lain. Penemuan spektrum elektromagnetik yang berpengaruh terhadap pengembangan televisi, radio, gelombang mikro, serta membantu dalam pengembangan teleskop radio dan inframerah. Persamaan pada medan elektromagnetiknya sangat penting bagi teori relativitas khusus, oleh Albert Einstein. Ia juga menghasilkan foto berwarna pertama , gambar pita tartan. Karyanya benar-benar menandai keberangkatan dari karya ilmuwan besar lainnya yaitu Isaac Newton, dan membantu untuk menginformasikan ilmu di balik banyak perkembangan teknologi besar dari zaman modern.
3. Karl Landsteiner (1868-1943)
Dokter Austria yang melalui pelatihan, Landsteiner memainkan peran integral dalam identifikasi golongan darah. Dia mendemonstrasikan efek bencana yang terjadi jika salah transfusi tipe darah, serta menunjukkan sifat turun-temurun dari jenis darah, yang sejak itu telah digunakan sebagai metode untuk menunjukkan keturunan. Dia juga ikut berperan atas identifikasi virus polio, dan membuat banyak sumbangan imunologi, histologi dan anatomi. Walaupun warisan-Nya yang terbesar, adalah dalam memahami golongan darah yang berbeda untuk transfusi darah, namun demikian sangat berperan penting dalam meningkatkan tingkat ketahanan hidup di operasi.
2. John Bardeen (1908-1991)
Seorang fisikawan insinyur listrik dari Amerika Serikat, John Bardeen adalah salah satu dari sedikit orang yang memenangkan dua hadiah Nobel. Pada tahun 1956, dengan dua rekannya, ia mengembangkan transistor listrik, suatu perkembangan yang telah memfasilitasi pengembangan setiap perangkat elektronik yang digunakan dalam dunia modern. penemuannya pada tahun 1972 yaitu superkonduktivitas telah memungkinkan penggunaan CAT dan MRI scan di kedokteran. Walaupun memiliki terobosan revolusioner ini, Bardeen hampir tidak dikenal di luar komunitas ilmiah. Walaupun begitu warisannya, telah mengubah dunia di luar perkiraannya.
1. Joseph Lister (1827-1912)
Ketika bekerja sebagai dokter bedah di Glasgow Royal Infirmary, Lister mencoba untuk memecahkan masalah infeksi pada luka, yang menewaskan 45% -50% dari semua kasus amputasi. Setelah mempelajari beberapa karya Louis Pasteur, dan membaca koran tentang penggunaan asam karbol dalam pengolahan limbah, Lister mulai mengobati pasien luka-luka dengan asam karbol. Dia memaksa dokter bedah untuk mencuci tangan sebelum dan setelah pengobatan dengan larutan asam karbol, serta peralatan bedah sampai bersih dengan larutan itu, yang dengan demikian mewujudkan revolusi dalam kehigienisan rumah sakit. Dianggap sebagai bapak obat antiseptik, Penemuan Lister sudah menyelamatkan hidup yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, dan merupakan salah satu terobosan terbesar dalam sejarah medis

Dinding Kerajaan Nabi Sulaiman Ditemukan Oleh Tim Arkeologi


Dinding Kerajaan Nabi Sulaiman Ditemukan Oleh Tim Arkeologi


Sebuah bagian dari dinding kota Yerusalem dari abad kesepuluh SM (antara 1000 SM dan 901 SM), ditemukan dalam penggalian arkeologi mungkin dibangun oleh Raja Sulaiman.

Bagian dinding, sepanjang 70 meter dan tinggi 6 meter terletak di daerah yang dikenal sebagai Ophel, antara Kota Daud dan dinding selatan Gunung Bait Suci di Yerusalem.
Dinding kerajaan Nabi Sulaiman
Jika usia dinding itu benar, maka penemuan itu akan menjadi indikasi bahwa Yerusalem adalah pusat pemerintah yang kuat dan memiliki sumber daya dan tenaga kerja yang diperlukan untuk membangun benteng besar pada abad ke-10 SM

Itu akan menjadi kunci jawaban perselisihan di antara ulama, raja Daud dan Sulaiman memerintah dari Yerusalem sekitar waktu itu.

Beberapa arkeolog Tanah Suci mendukung versi sejarah termasuk arkeolog di belakang penggalian, Eilat Mazar. Sedangkan yang lain menyebut kerajaan Daud sebagian besar adalah mitos dan bahwa tidak ada pemerintah yang kuat di masa itu.

Berbicara kepada wartawan di lokasi itu Senin, Mazar dari Universitas Ibrani Yerusalem, menyebut dia menemukan konstruksi yang paling penting dari tempat peribadatan di Israel.

"Itu berarti bahwa pada saat itu, abad ke-10, SM di Yerusalem ada suatu rezim yang mampu melaksanakan pembangunan seperti itu," katanya.

Berdasarkan apa yang dia yakini berdasar usia benteng dan lokasi, dia memperkirakan tembok itu dibangun oleh Sulaiman.

Hantu Beli Nasi Goreng Hebohkan Bogor


Hantu Beli Nasi Goreng Hebohkan Bogor


Hantu Beli Nasi Goreng Hebohkan Bogor
, Adul (25), penjual nasi goreng keliling asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada suatu malam di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat, lari lintang pukang sembari menyeret gerobaknya sejauh 100 meter. Menurut kisahnya, ia lari gara-gara dua lembar daun sirih. Hah?


Kisah ini bermula pada suatu Senin awal bulan ini. Adul keliling melewati Jalan Bima, Perumahan Cipaku Indah II, yang berbatasan dengan Jalan Arjuna. Malam sudah hampir menuju puncak, sekitar pukul 23.00, seorang pembeli di ujung jalan memanggil Adul. ”Saya senang karena tumben ada pembeli dari rumah di ujung jalan,” tutur Adul kepada FX Puniman, seorang wartawan yang tinggal di kawasan itu.

Setahu Adul, rumah di ujung Jalan Bima tak berpenghuni. Ia sempat curiga, tetapi lantaran pembelinya berupa sesosok perempuan cantik dan ramah, ia ladeni dengan ramah pula. Si pembeli yang mengenakan pakaian tidur itu minta dibuatkan nasi goreng. ”Ia kemudian menyerahkan dua lembar uang yang jumlahnya Rp 6.000,” tutur Adul.

Keduanya kemudian secara aktif terlibat obrolan saling menanyakan asal-usul. Adul menanyakan sejak kapan tinggal di rumah yang kosong itu. Perempuan cantik itu mengaku belum lama.

Tak lama kemudian, si pembeli pamit menyalakan lampu rumahnya. Sementara Adul sibuk meracik nasi goreng. Lantaran beberapa saat si pembeli tak kembali dan rumah tetap gelap, buru-buru Adul kabur.

Ia yakin si pembeli adalah hantu penghuni rumah kosong di ujung Jalan Bima itu. Dua lembar uang yang diserahkan si pembeli seketika berubah menjadi daun sirih.

Lebih dari sepekan Adul tak berani melintas di Jalan Bima. Ia kemudian setengah terpaksa kembali berjualan di kawasan itu lantaran dalam mimpinya, si perempuan cantik memohon agar Adul jualan lagi. Aiii... hati-hati hantu yang menyamar jadi pembeli

11 Binatang Yang Punah Dalam Masa Hidup Kita


11 Binatang Yang Punah Dalam Masa Hidup Kita


1 Golden Toad (1989)
Golden Toad: bukan satu-satunya spesies hilang dalam 40 tahun terakhir - tetapi mungkin hanya salah satunya. Amfibi fluorescent itu ditemukan di ketinggian punggung bukit Kosta Rika, tetapi berkat polusi, pemanasan global dan infeksi kulit jamur, spesies ini punah pada tahun 1989.

2 Zanzibar Leopard (1996)
Salah satu dari beberapa subspesies macan tutul di Zanzibar. Leopard ini adalah penghuni alami kepulauan Zanzibar Tanzania. Masih belum jelas apakah kucing besar ini secara teknis punah - Namun kata penduduk sekitar ada sesekali penampakannya tapi belum dapat dikonfirmasi.

Penyebab kepunahan: Warga setempat percaya bahwa macan tutul adalah simpanan penyihir, dan akhirnya mereka diburu dengan agresif. Binatang itu dilihat sebagai predator jahat yang harus dibasmi - dan bahkan pemerintah mengkampanyekan itu. Pada pertengahan tahun 90-an ada upaya konservasi tapi itu dianggap terlalu kecil, terlalu terlambat.

3 Po'ouli (2004)
Sebagai penduduk asli Maui, Hawaii, Po'ouli, atau Black-Faced Honeycreeper, hanya ditemukan di tahun 1970-an. Tetapi populasinya menurun drastis, dan pada tahun 1997 hanya bersisa tiga ekor Po'ouli. Upaya untuk dikawinkan dengan burung-burung yang tersisa gagal dan akhirnya spesies ini dinyatakan punah secara resmi tujuh tahun kemudian.

Penyebab kepunahan: Habitat menyempit, penyakit, predator dan penurunan dalam sumber makanan.

4 Madeiran Large White (2007)
Large Madeiran yang menakjubkan.Kupu-kupu putih itu ditemukan di lembah-lembah dari hutan Laurisilva di Kepulauan Madeira Portugal. Kupu-kupu ini memiliki hubungan dekat dengan, Large White, yang umum di seluruh Eropa, Afrika dan Asia.

Penyebab kepunahan: Hilangnya habitat karena pembangunan serta polusi dari pupuk pertanian adalah dua penyebab utama dari penurunan spesies.

6 Pyrenean Ibex (2000)
Ibex Pyrenean terakhir meninggal pada tahun 2000. Namun, clone Ibex, dibuat dari kulit sampel yang diambil dari Pyrenean Ibex terakhir, ini dilahirkan pada tahun 2009. Namun meninggal tak lama setelah lahir karena komplikasi paru-paru.

Penyebab kepunahan: Berburu Ibex telah menyebabkan jumlah binatang ini berkurang secara serius dan konservasionis menyalahkan pemerintah Spanyol yang gagal bertindak pada waktunya untuk menyelamatkannya.

7 Badak Hitam Afrika Barat (2006)
Badak Hitam Afrika Barat telah dinyatakan punah pada tahun 2006, setelah konservasionis gagal menemukan sisa spesies dalam habitat tersisa terakhir mereka di Kamerun. Badak Hitam Afrika Barat adalah salah satu dari empat subspesies badak.

Penyebab kepunahan: para pemburu memburu badak karena tanduk, yang dipercaya oleh beberapa kalangan di Yaman dan Cina memiliki kekuatan aphrodisiacal.

8 Harimau Jawa (1979)
Serupa dalam tampilannya dengan Harimau Sumatra, harimau jawa adalah macan asli pulau Jawa Indonesia. Pada tahun 1800-an mereka begitu umum mereka dianggap hama oleh penduduk asli, tapi karena Jawa dikembangkan sebagai pulau hunian,populasi mereka menyusut. Pada tahun 1950-an, hanya tinggal tersisa 20 harimau.

Penyebab kepunahan: Kehilangan habitat dan pembangunan pertanian mengakibatkan penurunan populasi yang parah. Upaya konservasi di tahun 1940-an dan 50-an tidak berhasil karena kurangnya lahan dan perencanaan yang memadai.

9 Spix's Macaw (2004)
Juga disebut Little Blue Macaw, dikenal karena bulu biru yang indah. Sementara sebagian masih ada di penangkaran, burung biru kecil ini sudah punah di alam liar.

Penyebab kepunahan: penghancuran Habitat dan perdagangan ilegal berkontribusi pada berkurangnya angka populasi.

10 Boa Round Island (1975)
Asli Round Island, sebuah pulau kecil di lepas pantai Mauritius, Boa Round Island lebih suka tinggal di puncak-lapisan tanah dari lereng gunung berapi. Hal ini pernah ditemukan pada beberapa pulau-pulau lain di sekitar Mauritius, tetapi jumlahnya telah menurun pada tahun 1940-an, dan hanya bisa ditemukan di Round Island setelah 1949. Ular terakhir terlihat pada tahun 1975.

Penyebab kepunahan: Pengenalan non-spesies asli kelinci dan kambing ke Round Island menghancurkan vegetasi dan mengganggu habitat ular itu.

11 Kupu Alcon Biru Belanda (1979)
Kupu-kupu ini sebuah subspesies dari Alcon Biru - ditemukan terutama di padang rumput dari Belanda. Sementara spesies lain yang saudara dekatnya masih ada di bagian Eropa dan Asia, Alcon Biru Belanda terakhir terlihat di alam liar pada tahun 1979.

Penyebab kepunahan: Pertumbuhan dalam pembangunan pertanian memiliki dampak negatif pada habitat Alcon Biru dan menyebabkannya kehilangan sumber makanan utama.

10 Anak Ajaib Dari Seluruh Dunia


10 Anak Ajaib Dari Seluruh Dunia


1. Kim Ung-Yong : Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia. Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada unur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea,Jerman,Inggris. Pada umur 5 tahun ia mampu memacahkan masalah pada soal kalkulus. ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan �Highest IQ� 210.

2. Gregory Smith : Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12. Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian. berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates. Perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev lho�

3. Akrit Jaswal : Dokter Bedah usia 7 tahun. Julukan �anak terpandai di dunia� telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya. gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun.

4. Cleopatra Stratan : Bocah Penyanyi Berusia 3 Tahun dengan Gaji 1000� per lagu. Lahir Pada 6 Oktober 2002 di Chisinau. ia adalah pencatat sejarah di Industri musik sebagai seorang penyanyi. Dengan albumnya tahun 2006 La v�rsta de trei ani (�pada usia 3″). Dia mencatat record seorang artis cilik yang tampil diatas panggung dengan ribuan penggemarnya. Dia juga menerima penghargaan MTV Award dalam Artis termuda yang mencetak #1 Hit

5. Aelita Andre : Pelukis di usia 2 tahun. Anak kelahiran Australia ini, baru berumur dua tahun sudah menunjukkan kualitasnya sebagai jenius, ia memiliki sebuah gedung pertunjukkan untuk karya-karya abstraknya. Pada mulanya Mark Jamieson, direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne�s Fitzroy. Tretarik melihat sebuah poto lukisan dari Aelita Andre. dan dia menginginkannya bergabung dalam grupnya karena bakat lukisannya itu. Ketika undangan telah dibuat, ia baru saja menyadari bahwa Aelita adalah anak yang masih berumur 22 bulan. Namun ia tetap melanjutkan pertunjukannya itu.

6. Saul Aaron Kripke : Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA. Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar, saat akhir SD ia sudah bisa geometri, kalkulus dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen, namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah Michael Kevin Keaulus kuliah pada umur 10 tahun

7. Kaerny, lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. Tercatat sebagai sarjana termuda. ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutanGold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

8. Fabiano Luigi Caruana : Grandmaster pada usia 14. Seorang anak berwarga negara America dan Italia ini sungguh jenius. Pada tahun 2007 ia memperoleh Grandmasternya, 11 bulan, 20 hari. sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda. Dan baru-baru ini pada bulan April 2009, ia memperoleh Elo rating 2649, dalam usianya yang dibawah 18 tahun, membuatnya sebagai pemeroleh ranking terbanyak, dan menakjubkan, hal itu dilakukannya sebelum usianya genap 18 tahun.

9. Willie Mosconi : Pemain Bilyard Professional pada usia 6. Mendapat julukan �Tuan Pocket Billiards�. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannyamain, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebig tua darinya. Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa perbah kalah sekalipun. ia memebuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal

10. Elaina Smith : Penyiar Usia 7 tahun. Dalam usianya yang 7 tahun Elaina telah menjadi penyiar radio dengan pendengar yang melebihi umurnya. Elaina banyak memberikan solusi tentang percintaan kepada para pendengarnya. Bagaimana caranya memutuskan pacar, Bagaimana caranya untuk membina hubungan yang harmonis. benar-benar gila

Kamis, 02 Juni 2011

PEMAKAMAN RASUL



PEMAKAMAN RASUL                
Muhammad Husain Haekal

   Muslimin berselisih: sudah wafatkah Rasul   Umar
   berpidato mengatakan tidak   Abu Bakr mengatakan sudah
   wafat dengan membacakan ayat Qur'an   Pendapat Abu Bakr
   meyakinkan Muslimin - Ikrar Saqifa kemudian Ikral Umum
   terhadap Abu Bakr - Menyelenggarakan dan memandikan
   jenazah Nabi - Diantar oleh semua orang: pria, wanita
   dan anak-anak - Dimakamkan di tempat Nabi wafat -
   Pasukan Usama ke Syam dilaksanakan dan berhasil -
   Kata-kata Rasulullah s.a.w. yang terakhir.

NABI telah memilih Handai Tertinggi  di  rumah  Aisyah  dengan
kepala di pangkuannya. Kemudian Aisyah meletakkan kepalanya di
atas bantal. Ia berdiri, dan bersama-sama dengan wanita-wanita
lain - yang segera datang begitu berita sampai kepada mereka -
ia memukul-mukul mukanya sendiri. Dengan  peristiwa  itu  kaum
Muslimin  yang  sedang  berada  dalam  mesjid  sangat terkejut
sekali,  sebab  ketika  paginya  mereka  melihat   Nabi   dari
segalanya   menunjukkan,  bahwa  ia  sudah  sembuh.  Itu  pula
sebabnya Abu Bakr pergi mengunjungi isterinya Bint Kharija  di
Sunh.

Setelah  mengetahui hal itu cepat-cepat Umar ke tempat jenazah
disemayamkan. Ia tidak percaya bahwa Rasulullah  sudah  wafat.
Ketika  dia datang, dibukanya tutup mukanya. Ternyata ia sudah
tidak bergerak lagi. Umar menduga bahwa Nabi  sedang  pingsan.
Jadi  tentu  akan  siuman  lagi.  Dalam  hal ini sia-sia saja,
Mughira hendak meyakinkan Umar atas kenyataan yang pahit  ini.
Ia  tetap berkeyakinan, bahwa Muhammad tidak mati. Oleh karena
Mughira tetap juga mendesak, ia berkata:

"Engkau dusta!"

Kemudian ia keluar ke mesjid bersama-sama sambil berkata:

"Ada orang dari kaum munafik  yang  mengira  bahwa  Rasulullah
s.a.w.  telah  wafat.  Tetapi, demi Allah sebenarnya dia tidak
meninggal, melainkan ia pergi kepada Tuhan, seperti  Musa  bin
'Imran.  Ia  telah menghilang dari tengah-tengah masyarakatnya
selama empat puluh  hari,  kemudian  kembali  lagi  ke  tengah
mereka  setelah  dikatakan dia sudah mati. Sungguh, Rasulullah
pasti akan kembali seperti Musa juga. Orang yang menduga bahwa
dia telah meninggal, tangan dan kakinya harus dipotong!"

Teriakan Umar yang datang bertubi-tubi ini telah didengar oleh
kaum  Muslimin  di   mesjid.   Mereka   jadi   seperti   orang
kebingungan.   Memang,   kalau  memang  benar  Muhammad  telah
berpulang, alangkah pilunya hati! Alangkah gundahnya  perasaan
mereka  yang  pernah  melihatnya,  pernah  mendengarkan  tutur
katanya, orang-orang yang  beriman  kepada  Allah  Yang  telah
mengutusnya membawa petunjuk dan agama yang benar! Rasa gundah
dan kesedihan yang  sungguh  membingungkan,  sungguh  menyayat
kalbu!  Apabila Muhammad telah pergi menghadap Tuhan - seperti
kata Umar  -  ini  sungguh  membingungkan.  Dan  menunggu  dia
kembali  lagi  seperti  kembalinya  Musa, lebih-lebih lagi ini
mengherankan.

Mereka semua datang mengerumuni Umar, lebih mempercayainya dan
lebih  yakin,  bahwa  Rasulullah tidak meninggal. Belum selang
lama tadi mereka bersama-sama, mereka melihatnya dan mendengar
suaranya   yang   keras   dan   jelas,  mendengar  doanya  dan
pengampunan yang  dimohonkannya.  Betapa  ia  akan  meninggal,
padahal   dia   adalah   Khalilullah   yang  dipilihNya  untuk
menyampaikan risalah, risalah yang sekarang sudah dianut  oleh
Arab  se]uruhnya,  tinggal  lagi Kisra dan Heraklius yang akan
menganut Islam!  Betapa  ia  akan  meninggal,  padahal  dengan
kekuatannya  itu  selama duapuluh tahun terus-menerus ia telah
menggoncangkan dunia  dan  telah  menimbulkan  suatu  revolusi
rohani yang paling hebat yang pernah dikenal sejarah!

Tetapi  di  sana  wanita-wanita  masih juga memukul-mukul muka
sendiri sebagai tanda, bahwa ia telah meninggal.  Sungguh  pun
begitu  Umar  di mesjid masih juga terus menyebutkan bahwa dia
tidak wafat, dia sedang pergi kepada Tuhan  seperti  Musa  bin
'Imran,  dan mereka yang berpendapat bahwa ia sudah meninggal,
mereka itu golongan orang-orang munafik, orang  munafik,  yang
tangan  dan  kakinya  oleh  Muhammad  nanti  akan  dihantamnya
setelah ia  kembali.  Mana  yang  mesti  dipercaya  oleh  kaum
Muslimin?  Mula-mula  mereka  cemas sekali. Kemudian kata-kata
Umar itu masih menimbulkan harapan dalam hati  mereka,  karena
Muhammad  masih  akan  kembali. Hampir saja angan-angan mereka
itu mereka percayai, menggambarkan dalam hati  mereka  sendiri
hal-hal  yang  hampir-hampir  pula  membawa  mereka  jadi puas
karenanya.

Sementara mereka  dalam  keadaan  begitu  tiba-tiba  Abu  Bakr
datang.  Ia  segera kembali dari Sunh setelah berita sedih itu
diterimanya. Ketika dilihatnya  Muslimin  demikian,  dan  Umar
sedang  berpidato,  ia  tidak berhenti lama-lama di tempat itu
melainkan  terus  ke  rumah  Aisyah  tanpa  menoleh  lagi   ke
kanan-kiri.   Ia   minta   ijin  akan  masuk,  tapi  dikatakan
kepadanya, orang tidak perlu minta ijin untuk hari ini.

Bila ia masuk, dilihatnya Nabi  di  salah  satu  bagian  dalam
rumah   itu   sudah   diselubungi   dengan  burd  hibara.1  Ia
menyingkapkan  selubung  itu  dari  wajah  Nabi  dan   setelah
menciumnya ia berkata:

"Alangkah  sedapnya  di  waktu engkau hidup, alangkah sedapnya
pula di waktu engkau mati."

Kemudian kepala Nabi  diangkatnya  dan  diperhatikannya  paras
mukanya, yang ternyata memang menunjukkan ciri-ciri kematian.

"Demi  ibu-bapakku.2 Maut yang sudah ditentukan Tuhan kepadamu
sekarang sudah sampai kaurasakan. Sesudah itu takkan ada  lagi
maut menimpamu!"

Kemudian  dikembalikannya  kepala itu ke bantal, ditutupkannya
kembali kain  burd  itu  kemukanya.  Sesudah  itu  ia  keluar.
Ternyata  Umar  masih  bicara  dan  mau meyakinkan orang bahwa
Muhammad tidak meninggal. Orang banyak memberikan jalan kepada
Abu Bakr.

"Sabar,  sabarlah  Umar!"  katanya  setelah ia berada di dekat
Umar. "Dengarkan!"

Tetapi Umar tidak mau diam dan juga tidak mau mendengarkan. Ia
terus  bicara.  Sekarang  Abu Bakr menghampiri orang-orang itu
seraya memberi isyarat, bahwa dia akan bicara  dengan  mereka.
Dan  dalam  hal  ini  siapa  lagi  yang akan seperti Abu Bakr!
Bukankah dia Ash-Siddiq  yang  telah  dipilih  oleh  Nabi  dan
sekiranya  Nabi  akan mengambil orang sebagai teman kesayangan
tentu dialah teman kesayangannya?! Oleh karena itu cepat-cepat
orang memenuhi seruannya itu dan Umar ditinggalkan.

Setelah mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Abu Bakr berkata:

"Saudara-saudara! Barangsiapa mau menyembah Muhammad, Muhammad
sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Tuhan, Tuhan
hidup selalu tak pernah mati."

Kemudian ia membacakan firman Tuhan:

"Muhammad hanyalah seorang rasul. Sebelum dia pun telah banyak
rasul-rasul yang sudah lampau. Apabila dia mati atau terbunuh,
apakah kamu akan berbalik ke belakang? Barangsiapa berbalik ke
belakang, ia tidak akan merugikan Tuhan sedikit pun. Dan Tuhan
akan  memberikan  balasan  kepada orang-orang yang bersyukur."
(Qur'an, 3:144)

Ketika itu Umar juga  turut  mendengarkan  tatkala  dilihatnya
orang banyak pergi ke tempat Abu Bakr. Setelah didengarnya Abu
Bakr membacakan ayat itu,  Umar  jatuh  tersungkur  ke  tanah.
Kedua  kakinya  sudah tak dapat menahan lagi, setelah ia yakin
bahwa Rasulullah memang sudah wafat.  Ada  pun  orang  banyak,
yang  sebelum itu sudah terpengaruh oleh pendapat Umar, begitu
mendengar bunyi ayat yang  dibacakan  Abu  Bakr,  baru  mereka
sadar;  seolah  mereka tidak pernah mengetahui, bahwa ayat ini
pernah turun.  Dengan  demikian  segala  perasaan  yang  masih
ragu-ragu  bahwa  Muhammad  sudah  berpulang  ke rahmat Allah,
dapat dihilangkan.

Sudah melampaui bataskah Umar  ketika  ia  berkeyakinan  bahwa
Muhammad  tidak  mati,  ketika mengajak orang lain supaya juga
yakin seperti dia? Tidak!  Para  sarjana  sekarang  mengatakan
kepada kita, bahwa matahari akan terus memercik sepanjang abad
sebelum tiba  waktunya  ia  habis  hilang  sama  sekali.  Akan
percayakah  orang  pada  pendapat  ini  tanpa  ia ragukan lagi
kemungkinannya? Matahari yang memancarkan sinar dan kehangatan
sehingga  karenanya  alam  ini  hidup,  bagaimana  akan habis,
bagaimana akan padam sesudah itu kemudian alam ini masih  akan
tetap  ada?  Muhammad  pun tidak kurang pula dari matahari itu
sinarnya, kehangatannya, kekuatannya.  Seperti  matahari  yang
telah  melimpahkan  jasa,  Muhammad pun telah pula melimpahkan
jasa. Seperti halnya dengan matahari  yang  telah  berhubungan
dengan  alam,  jiwa Muhammad pun telah pula berhubungan dengan
semesta  alam  ini,  dan  selalu   sebutan   Muhammad   s.a.w.
mengharumkan alam ini keseluruhannya. Jadi tidak heran apabila
Umar yakin bahwa Muhammad tidak mungkin akan mati. Dan  memang
benar ia tidak mati, dan tidak akan mati.

Usama  b.  Zaid  yang  telah  melihat  Nabi  pagi itu pergi ke
mesjid, seperti orang-orang Islam yang lain  dia  pun  menduga
bahwa  Nabi  sudah sembuh. Bersama-sama dengan anggota pasukan
yang hendak diberangkatkan ke Syam yang sementara  itu  pulang
ke  Medinah,  sekarang  ia  kembali  menggabungkan diri dengan
markas  yang  di  Jurf.  Perintah  sudah  dikeluarkan   supaya
pasukannya  itu  siap-siap  akan  berangkat. Tetapi dalam pada
itu, tiba-tiba  ada  orang  yang  datang  menyusulnya,  dengan
membawa  berita  sedih  tentang  kematian Nabi. Ia membatalkan
niatnya akan berangkat dan  pasukannya  diperintahkan  kembali
semua  ke Medinah. Ia pergi ke rumah Aisyah dan ditancapkannya
benderanya di depan pintu rumah itu, sambil menantikan keadaan
Muslimin

Sebenarnya  Muslimin  sendiri  dalam  keadaan bingung. Setelah
mereka  mendengar  pidato  Abu  Bakr  dan  yakin  sudah  bahwa
Muhammad  sudah  wafat, mereka lalu terpencar-pencar. Golongan
Anshar lalu  menggabungkan  diri  kepada  Said  b.  'Ubada  di
Saqifa3 Banu Sa'ida; Ali b. Abi Talib, Zubair ibn'l-'Awwam dan
Talha b. 'Ubaidillah menyendiri pula di rumah  Fatimah;  pihak
Muhajirin,  termasuk  Usaid b. Hudzair dari Banu 'Abd'l-Asyhal
menggabungkan diri kepada Abu Bakr.

Sementara Abu Bakr dan Umar dalam keadaan demikian,  tiba-tiba
ada  orang  datang  menyampaikan  berita  kepada mereka, bahwa
Anshar telah menggabungkan diri kepada Sa'd b. 'Ubada,  dengan
menambahkan  bahwa:  Kalau ada masalah yang perlu diselesaikan
dengan mereka, segera susullah mereka,  sebelum  keadaan  jadi
berbahaya.  Rasulullah s.a.w. masih di dalam rumah, belum lagi
selesai (dimakamkan) dan  keluarganya  juga  sudah  menutupkan
pintu.

"Baiklah,"  kata  Umar menujukan kata-katanya kepada Abu Bakr.
"Kita berangkat ke tempat  saudara-saudara  kita  dari  Anshar
itu, supaya dapat kita lihat keadaan mereka."

Ketika  di  tengah perjalanan, mereka bertemu dengan dua orang
baik-baik dari kalangan  Anshar,  yang  kemudian  menceritakan
kepada  pihak  Muhajirin  itu  tentang adanya orang-orang yang
sedang mengadakan persepakatan.

"Tuan-tuan mau ke mana?" tanya dua orang itu.

Setelah  diketahui  bahwa  mereka  akan  menemui   orang-orang
Anshar, kedua orang itu berkata:

"Tidak   ada   salahnya   tuan-tuan  tidak  mendekati  mereka.
Saudara-saudara Muhajirin, selesaikanlah persoalan tuan-tuan."

"Tidak, kami akan menemui mereka," kata Umar.

Lalu mereka  meneruskan  perjalanan  sampai  di  Serambi  Banu
Sa'ida. Di tengah-tengah mereka itu ada seorang laki-laki yang
sedang berselubung.

"Siapa ini?" tanya Umar bin'l-Khattab.

"Sa'd b. 'Ubada," jawab mereka. "Dia sedang sakit."

Setelah pihak  Muhajirin  duduk,  salah  seorang  dari  Anshar
berpidato. Sesudah mengucapkan syukur dan puji kepada Tuhan ia
berkata:

"Kemudian daripada itu. Kami adalah  Ansharullah  dan  pasukan
Islam,  dan  kalian  dari  kalangan Muhajirin sekelompok kecil
dari kami yang datang ke  mari  mewakili  golongan  tuan-tuan.
Ternyata  mereka  itu mau menggabungkan kami dan mengambil hak
kami serta mau memaksa kami."

Yang demikian ini memang  merupakan  jiwa  Anshar  sejak  masa
hidup  Nabi.  Oleh karena itu, begitu Umar mendengar kata-kata
tersebut ia ingin segera menangkisnya. Tetapi  oleh  Abu  Bakr
ditahan, sebab sikapnya yang keras sangat dikuatirkan.

"Sabarlah, Umar!" katanya. Kemudian ia memulai pembicaraannya,
ditujukan kepada Anshar:

"Saudara-saudara! Kami dari pihak Muhajirin orang yang pertama
menerima   Islam,  keturunan  kami  baik-baik,  keluarga  kami
terpandang, kedudukan kami baik pula. Di kalangan Arab kamilah
yang  banyak  memberikan  keturunan,  dan  kami  sangat sayang
kepada Rasulullah. Kami sudah Islam sebelum tuan-tuan  dan  di
dalam  Qu'ran  juga  kami  didahulukan dari tuan-tuan; seperti
dalam firman Tuhan:

'Orang-orang yang terdahulu dan mula-mula (masuk Islam),  dari
Muhajirin  dan  Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka
dalam melakukan kebaikan.' (Qur'an, 9:100)

Jadi   kami   Muhajirin   dan   tuan-tuan    adalah    Anshar,
saudara-saudara kami seagama, bersama-sama menghadapi rampasan
perang dan mengeluarkan  pajak  serta  penolong-penolong  kami
dalam  menghadapi  musuh.  Apa  yang  telah tuan-tuan katakan,
bahwa segala kebaikan  ada  pada  tuan-tuan,  itu  sudah  pada
tempatnya.  Tuan-tuanlah  dari  seluruh penghuni bumi ini yang
patut  dipuji.  Dalam  hal-ini  orang-orang  Arab  itu   hanya
mengenal  lingkungan  Quraisy  ini.  Jadi dari pihak kami para
amir dan dari pihak tuan-tuan para wazir."4

Ketika itu salah seorang dari kalangan Anshar ada yang  marah,
lalu berkata:

"Saya  tongkat  lagi  senjata.5  Saudara-saudara Quraisy, dari
kami seorang amir dan dari tuan-tuan juga seorang amir."

"Dari kami para amir dan dari tuan-tuan para wazir," kata  Abu
Bakr.  "Saya  menyetujui salah seorang dari yang dua ini untuk
kita. Berikanlah ikrar tuan-tuan kepada yang  mana  saja  yang
tuan-tuan sukai."

Lalu  ia  mengangkat  tangan Umar bin'l-Khattab dan tangan Abu
'Ubaida bin'l-Jarrah, sambil dia duduk  di  antara  dua  orang
itu.   Lalu  timbul  suara-suara  ribut  dan  keras.  Hal  ini
dikuatirkan akan membawa pertentangan. Ketika  itu  Umar  lalu
berkata dengan suaranya yang lantang:

"Abu Bakr, bentangkan tanganmu!"

Abu  Bakr  membentangkan tangan dan dia diikrarkan seraya kata
Umar:

"Abu Bakr, bukankah Nabi sudah  menyuruhmu,  supaya  engkaulah
yang  memimpin  Muslimin bersembahyang? Engkaulah penggantinya
(khalifah). Kami akan mengikrarkan orang yang  paling  disukai
oleh Rasulullah di antara kita semua ini."

Kata-kata  ini  ternyata  sangat  menyentuh hati Muslimin yang
hadir, karena benar-benar telah dapat melukiskan kehendak Nabi
sampai  pada  hari  terakhir orang melihatnya. Dengan demikian
pertentangan  di  kalangan  mereka  dapat  dihilangkan.  Pihak
Muhajirin  datang memberikan ikrar, kemudian pihak Anshar juga
memberikan ikrarnya.

Bilamana keesokan harinya Abu Bakr duduk di atas mimbar,  Umar
ibn'l-Khattab   tampil  berbicara  sebelum  Abu  Bakr,  dengan
mengatakan - setelah mengucapkan syukur dan puji kepada Tuhan:

"Kepada  saudara-saudara  kemarin   saya   sudah   mengucapkan
kata-kata  yang  tidak  terdapat  dalam Kitabullah, juga bukan
suatu pesan yang  diberikan  Rasulullah  kepada  saya.  Tetapi
ketika  itu  saya  berpendapat,  bahwa  Rasulullah  yang  akan
mengurus  soal  kita,  sebagai  orang  terakhir  yang  tinggal
bersama-sama kita. Tetapi Tuhan telah meninggalkan Qu'ran buat
kita,  yang  juga  menjadi  penuntun  RasulNya.   Kalau   kita
berpegang  pada Kitab itu Tuhan menuntun kita, yang juga telah
menuntun Rasulullah. Sekarang Tuhan telah menyatukan persoalan
kita di tangan  sahabat  Rasulullah    s.a.w.  yang terbaik di
antara kita dan salah seorang dari dua orang, ketika  keduanya
itu berada dalam gua. Maka marilah kita ikrarkan dia."

Ketika  itu  orang  lalu  memberikan  ikrarnya kepada Abu Bakr
sebagai Ikrar Umum setelah Ikrar Saqifa.

Selesai ikrar kemudian Abu Bakr berdiri. Di hadapan mereka itu
ia  mengucapkan  sebuah  pidato  yang  dapat dipandang sebagai
contoh yang sungguh bijaksana dan sangat  menentukan.  Setelah
mengucap puji syukur kepada Tuhan Abu Bakr r.a. berkata:

"Kemudian, saudara-saudara. Saya sudah dijadikan penguasa atas
kamu sekalian, dan saya bukanlah orang yang terbaik di  antara
kamu. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah
suatu kepercayaan, dan dusta adalah pengkhianatan. Orang  yang
lemah  di  kalangan  kamu  adalah  kuat  di mata saya, sesudah
haknya nanti saya berikan kepadanya - insya Allah,  dan  orang
yang  kuat,  buat  saya  adalah lemah sesudah haknya itu nanti
saya  ambil  -  insya  Allah.  Apabila   ada   golongan   yang
meninggalkan  perjuangan  di  jalan  Allah,  maka  Allah  akan
menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah
meluas  pada  suatu  golongan,  maka  Allah  akan  menyebarkan
bencana pada mereka. Taatilah saya  selama  saya  taat  kepada
(perintah)  Allah  dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar
(perintah) Allah dan Rasul maka  gugurlah  kesetiaanmu  kepada
saya.  Laksanakanlah  salat  kamu,  Allah  akan merahmati kamu
sekalian."

Sementara kaum Muslimin sedang berlainan pendapat  -  kemudian
kembali  sependapat  lagi  dalam melantik Abu Bakr dalam Ikrar
Saqifa  kemudian  Ikrar  Umum  -  jenazah  Nabi  masih   tetap
ditempatnya   di   atas   ranjang  kematian  dikelilingi  oleh
kerabat-kerabat dan pihak keluarga.

Selesai memberikan ikrar kepada Abu Bakr orang segera bergegas
lagi  hendak  menyelenggarakan pemakaman Rasulullah. Dalam hal
di  mana  akan  dimakamkan,  orang  masih  berbeda   pendapat.
Kalangan Muhajirin berpendapat akan dimakamkan di Mekah, tanah
tumpah darahnya dan di tengah-tengah  keluarganya.  Yang  lain
berpendapat  supaya  dimakamkan  di  Bait'l-Maqdis (Yerusalem}
karena para nabi sebelumnya di  sana  dimakamkan.  Saya  tidak
tahu  bagaimana  orang-orang ini berpendapat demikian, padahal
Bait'l-Maqdis pada waktu itu masih di tangan Rumawi dan  sejak
kejadian  Mu'ta  dan  Tabuk,  Rumawi dengan pihak Islam sedang
dalam permusuhan, sehingga Rasulullah menyiapkan pasukan Usama
untuk mengadakan pembalasan.

Kaum  Muslimin  tak dapat menyetujui pendapat ini, juga mereka
tidak setuju Nabi dimakamkan di Mekah. Mereka ini  berpendapat
supaya  Nabi dimakamkan di Medinah, kota yang telah memberikan
perlindungan dan pertolongan, dan kota yang mula-mula bernaung
di  bawah  bendera  Islam.  Mereka  berunding,  di  mana  akan
dimakamkan?  Satu  pihak  mengatakan:  dimakamkan  di  mesjid,
tempat  dia memberi khotbah dan bimbingan serta memimpin orang
sembahyang, dan  menurut  pendapat  mereka  supaya  dimakamkan
ditempat  mimbar  atau di sampingnya. Tetapi pendapat demikian
ini kemudian ditolak, mengingat adanya keterangan berasal dari
Aisyah,  bahwa  ketika  Nabi  sedang  dalam  sakit  keras,  ia
mengenakan kain selubung  hitam,  yang  sedang  ditutupkan  di
mukanya,  kadang  dibukakan  sambil ia berkata: "Laknat6 Tuhan
kepada suatu golongan yang mempergunakan  pekuburan  nabi-nabi
sebagai mesjid."

Kemudian  Abu  Bakr  tampil  memberikan keputusan kepada orang
ramai itu dengan mengatakan:

"Saya dengar Rasulullah s.a.w.  berkata      Setiap  ada  nabi
meninggal, ia dimakamkan di tempat dia meninggal."

Lalu  diambil  keputusan, bahwa pada letak tempat tidur ketika
Nabi meninggal itu, di tempat itulah akan digali.

Selanjutnya yang bertindak memandikan Nabi  ialah  keluarganya
yang  dekat. Yang pertama sekali Ali b. Abi Talib, lalu 'Abbas
b. 'Abd'l-Muttalib serta kedua  puteranya,  Fadzl  dan  Qutham
serta Usama b. Zaid. Usama b. Zaid dan Syuqran, pembantu Nabi,
bertindak menuangkan air sedang Ali yang memandikannya berikut
baju  yang  dipakainya.  Mereka  tidak mau melepaskan baju itu
dari (badan) Nabi. Dalam pada itu mereka juga mendapatkan Nabi
begitu harum, sehingga Ali berkata: "Demi ibu bapaku! Alangkah
harumnya engkau di waktu hidup dan di waktu mati."

Karena itu juga  beberapa  Orientalis  ada  yang  berpendapat,
bahwa  bau  harum  itu  disebabkan  Nabi selama hidupnya biasa
memakai wangi-wangian. Ia menganggap wangi-wangian  itu  sudah
menjadi barang kesukaannya dalam kehidupan dunia ini.

Selesai dimandikan dengan mengenakan baju yang dipakainya itu,
Nabi dikafani dengan tiga lapis pakaian: dua Shuhari7 dan satu
pakaian  jenis  burd  hibara dengan sekali dilipatkan. Selesai
penyelenggaraan dengan cara  demikian,  jenazah  dibiarkan  di
tempatnya.   Pintu-pintu   kemudian  dibuka  untuk  memberikan
kesempatan kepada kaum Muslimin, yang memasuki tempat itu dari
jurusan  mesjid, untuk mengelilingi serta melepaskan pandangan
perpisahan dan memberikan doa selawat  kepada  Nabi.  Kemudian
mereka  keluar lagi dengan membawa perasaan duka dan kepahitan
yang dalam sekali, yang sangat menekan hati.

Ruangan itu telah menjadi penuh kembali tatkala  kemudian  Abu
Bakr dan Umar masuk melakukan sembahyang bersama-sama Muslimin
yang  lain,  tanpa  ada  yang  bertindak  selaku  imam   dalam
sembahyang  itu.  Setelah orang duduk kembali dan keadaan jadi
sunyi, Abu Bakr berkata:

"Salam kepadamu  ya  Rasulullah,  beserta  rahmat  dan  berkah
Tuhan.8   Kami  bersaksi,  bahwa  Nabi  dan  Rasulullah  telah
menyampaikan risalah Tuhan,  telah  berjuang  di  jalan  Allah
sampai Tuhan memberikan pertolongan untuk kemenangan agama. Ia
telah menunaikan janjinya, dan menyuruh orang menyembah  hanya
kepada Allah tidak bersekutu."

Pada  setiap  kata  yang diucapkan oleh Abu Bakr disambut oleh
Muslimin dengan penuh syahdu dan khusyu: Amin! Amin!

Selesai bagian laki-laki melakukan sembahyang, setelah  mereka
keluar,  masuk  pula kaum wanita, dan setelah mereka, kemudian
masuk pula anak-anak. Semua mereka itu, masing-masing  membawa
hati  yang pedih, perasan duka dan sedih menekan kalbu, karena
mereka harus berpisah dengan Rasulullah, penutup para nabi.

Di hadapan saya sekarang - setelah lampau  seribu  tiga  ratus
tahun  yang lalu - terbentang sebuah lukisan peristiwa khidmat
dan syahdu  yang  telah  memenuhi  hati  saya,  dengan  segala
kerendahan   hati  dan  hormat.  Tubuh  yang  terbungkus  kini
terletak dalam sebuah sudut, dalam ruangan yang nantinya  akan
menjadi  sebuah  makam,  dan  ruangan yang tadinya dihuni oleh
orang yang mengenal makna  hidup,  orang  yang  penuh  rahmat,
penuh  cahaya.  Tubuh  yang  suci ini, yang telah mengajak dan
membimbing orang ke jalan yang benar,  dan  yang  buat  mereka
telah  menjadi  teladan  tertinggi  tentang  arti kebaikan dan
kasih sayang, tentang  ketangkasan  dan  harga  diri,  tentang
keadilan dan kesadaran dalam menghadapi kekejaman serta segala
tindakan tirani.

Orang yang banyak itu kini lalu  dengan  perasaan  yang  sudah
remuk-redam,  dengan hati yang sendu, hati yang tersayat pilu.
Setiap  pria,  setiap  wanita,  setiap  anak-anak  -  terhadap
laki-laki  yang sekarang memilih tempatnya di sisi Tuhan itu -
mengenangkannya sebagai ayah, sebagai kawan setia dan sahabat,
sebagai  Nabi dan Rasulullah. Betapakah perasaan yang sekarang
sedang rimbun memenuhi kalbu  yang  penuh  semarak  iman  itu,
kalbu yang penuh prihatin akan rahasia hari esok setelah Rasui
wafat?!  Lukisan  peristiwa  khidmat  inilah   yang   sekarang
terbentang  di  hadapan  saya.  Saya  lihat  diri  saya sedang
tercengang menatapnya, dengan sepenuh hati akan keagungan yang
penuh  syahdu  dan  khidmat  ini; hampir-hampir saya tak dapat
melepaskan diri.

Sudah sepantasnya pula  apabila  kaum  Muslimin  jadi  kuatir.
Sejak   diumumkannya  berita  kematian  Nabi  di  Medinah  dan
kemudian tersebar pula sampai kepada kabilah-kabilah  Arab  di
sekitar  kota,  pihak  Yahudi dan Nasrani segera memasang mata
dan  telinga,   sifat-sifat   munafik   mulai   timbul,   iman
orang-orang  Arab  yang  masih lemah mulai pula guncang. Dalam
pada itu orang-orang Mekah juga sudah siap-siap akan  berbalik
dari  Islam,  bahkan  sudah  mau  bertindak demikian, sehingga
'Attab b. Asid wakil Nabi di Mekah  merasa  kuatir  dan  tidak
menampakkan  diri  kepada  mereka. Tepat sekali Suhail b. 'Amr
yang berada di tengah-tengah mereka itu ketika ia  tampil  dan
berkata  -  setelah  menerangkan  kematian  Nabi - bahwa Islam
sekarang  sudah  bertambah  kuat,   dan   siapa   yang   masih
menyangsikan  kami,  kami  penggal  lehernya. Kemudian katanya
lagi:

"Penduduk Mekah! Kamu adalah orang yang terakhir masuk  Islam,
maka  janganlah  jadi  orang  yang pertama murtad! Demi Allah.
Tuhanlah  yang  akan  menyelesaikan  soal  ini.  Seperti  kata
Rasulullah s.a.w. - Belum jugakah mereka sadar dari kemurtadan
mereka itu?"

Ada dua  cara  orang-orang  Arab  ketika  itu  dalam  menggali
kuburan: pertama cara orang Mekah yang menggali kuburan dengan
dasarnya yang rata; kedua cara  orang  Medinah  yang  menggali
kuburan  dengan  dasarnya  yang  dilengkungkan.  Abu  'Ubaidah
bin'l-Jarrah misalnya, ia menggali cara  orang  Mekah,  sedang
Abu  Talha  Zaid  b. Sahl menggali kuburan cara orang Medinah.
Keluarga Nabi juga memperbincangkan cara mana kuburan itu akan
digali.   'Abbas   paman   Nabi  segera  mengutus  dua  orang,
masing-masing supaya memanggil Abu 'Ubaida dan Abu Talha. Yang
diutus  kepada  Abu  'Ubaida kembali tidak bersama dengan yang
dipanggil,   sedang   yang   diutus   kepada   Talha    datang
bersama-sama.   Maka  makam  Rasulullah  digali  menurut  cara
Medinah.

Bilamana hari sudah senja, dan setelah kaum  Muslimin  selesai
menjenguk tubuh yang suci itu serta mengadakan perpisahan yang
terakhir, keluarga Nabi sudah siap pula  akan  menguburkannya.
Mereka  menunggu  sampai  tengah  malam. Kemudian sehelai syal
berwarna merah yang biasa dipakai Nabi dihamparkannya di dalam
kuburan  itu.  Lalu ia diturunkan dan dikebumikan ke tempatnya
yang terakhir oleh mereka yang telah  memandikannya.  Di  atas
itu  lalu  dipasang  bata mentah kemudian kuburan itu ditimbun
dengan tanah.

Dalam hal  ini  Aisyah  berkata:  "Kami  mengetahui  pemakaman
Rasulullah  s.a.w.  ialah  setelah mendengar suara-suara sekop
pada tengah malam itu."

Fatimah juga berkata seperti itu.

Upacara pemakaman itu terjadi pada malam Rabu  14  Rabiulawal,
yakni dua hari setelah Rasul berpulang ke rahmatullah.

Sesudah  itu  Aisyah tinggal menetap di rumahnya dalam ruangan
yang berdampingan dengan ruangan makam Nabi. Ia merasa bahagia
di samping tetangga yang sangat mulia itu.

Setelah Abu Bakr wafat ia dimakamkan di samping Nabi, demikian
juga  Umar  menyusul  dimakamkan  di  sebelahnya   lagi.   Ada
disebutkan,  bahwa Aisyah berziarah ke ruangan makam itu tidak
mengenakan kudung, sebab  sebelum  Umar  dimakamkan,  di  sana
hanya  ayah dan suaminya. Tetapi setelah juga Umar dimakamkan,
setiap ia masuk selalu  berkudung  dengan  mengenakan  pakaian
lengkap.

Begitu   selesai  kaum  Muslimin  menyelenggarakan  pemakaman
Rasulullah, Abu Bakr memerintahkan  pasukan  Usama  yang  akan
menyerbu  Syam  segera diteruskan sebagai pelaksanaan apa yang
telah diperintahkan oleh Rasulullah. Ada  juga  kaum  Muslimin
yang  merasa  tidak  setuju  dengan  itu,  seperti yang pernah
terjadi ketika Nabi sedang sakit.  Umar  termasuk  orang  yang
tidak  setuju.  Ia  berpendapat  supaya  kaum  Muslimin  tidak
bercerai-berai.  Mereka  harus   tetap   di   Medinah,   sebab
dikuatirkan  akan  terjadi  hal-hal  yang kurang menyenangkan.
Tetapi dalam melaksanakan perintah Rasul Abu Bakr tidak pernah
ragu-tagu.  Dia  pun  menolak  pendapat orang yang mengusulkan
supaya mengangkat seorang komandan yang lebih tua usianya dari
Usama dan lebih berpengalaman dalam perang.

Dengan  demikian  pasukan di Jurf itu tetap disiapkan di bawah
pimpinan Usama, dan Abu Bakr pergi melepaskannya.  Ketika  itu
dimintanya kepada Usama supaya Umar dibebaskan dari tugas itu.
Ia perlu tinggal  di  Medinah  supaya  dapat  memberi  nasehat
kepada Abu Bakr.

Belum  selang  duapuluh  hari setelah tentara berangkat, pihak
Muslimin sudah  dapat  menyerang  Balqa'.  Usama  telah  dapat
mengadakan  pembalasan  buat  kaum  Muslimin  dan ayahnya yang
telah terbunuh di Mu'ta dulu. Dalam  peristiwa  yang  gemilang
itu  semboyan  perang yang diucapkan ialah: "Untuk kemenangan,
matilah!"9

Dengan demikian baik  Abu  Bakr  mau  pun  Usama  telah  dapat
melaksanakan  perintah  Nabi. Ia kembali dengan pasukannya itu
ke  Medinah  didahului  panji  yang   oleh   Rasulullah   dulu
diserahkan di tangannya      dengan  menunggang kuda yang juga
dulu dipakai ayahnya di Mu'ta sampai tewasnya.

Setelah Nabi berpulang, Fatimah  puterinya  minta  kepada  Abu
Bakr  tanah peninggalan Nabi di Fadak dan di Khaibar diberikan
kepadanya. Tetapi Abu Bakr menjawab dengan kata-kata  ayahnya:
"Kami  para  nabi tidak mewariskan.10 Apa yang kami tinggalkan
buat sedekah." Kemudian kata Abu Bakr kepada Fatimah:

"Kalau  ayahmu  dulu  memang  sudah  menghibahkan  harta   ini
kepadamu, maka usulmu itu saya terima, dan saya laksanakan apa
yang dimintanya itu." Tetapi Fatimah  menjawab  bahwa  tentang
itu  ayahnya  tidak  berkata apa-apa kepadanya hanya Umm Aiman
yang mengatakan kepadanya  bahwa  yang  demikian  itulah  yang
dimaksudkan.  Dalam  hal  ini Abu Bakr menekankan supaya Fadak
dan  Khaibar  tetap  dikembalikan  ke  baitulmal  untuk   kaum
Muslimin.

Demikianlah,  Muhammad pergi melepaskan dunia ini dengan tiada
meninggalkan sesuatu kekayaan dunia  yang  fana  kepada  siapa
pun.  Ia  pergi  melepaskan dunia ini seprti ketika ia datang.
Sebagai peninggalan ia telah memberikan agama yang  lurus  ini
kepada  umat manusia. Ia telah merintis jalan kebudayaan Islam
yang maha besar, yang telah  menaungi  dunia  sebelumnya,  dan
akan  menaungi  dunia  kemudian.  Ia  telah  menanamkan ajaran
Tauhid, menempatkan ajaran  Tuhan  yang  tinggi  di  atas  dan
ajaran  orang-orang  kafir  yang  rendah  di  bawah. Kehidupan
paganisma dalam segala bentuk dan penampilannya telah  dikikis
habis.  Manusia  sekarang  diajaknya  melakukan perbuatan yang
baik dan takwa, bukan perbuatan dosa dan permusuhan.  Kemudian
ia  meninggalkan  Kitabullah  buat manusia, sebagai rahmat dan
petunjuk. Ia meninggalkan  teladan  yang  tinggi,  contoh  nan
indah.  Contoh  terakhir  diberikannya  kepada  umat  manusia,
ketika dalam sakit, ia berkata kepada orang banyak:

"Wahai manusia! Barangsiapa punggungnya pernah  kucambuk,  ini
punggungku, balaslah! Barangsiapa kehormatannya pernah kucela,
ini kehormatanku, balaslah! Dan  barangsiapa  hartanya  pernah
kuambil,   ini   hartaku,  ambillah!  Jangan  ada  yang  takut
permusuhan, itu bukan bawaanku."

Bilamana ada orang  yang  pernah  menuntut  uang  tiga  dirham
kepadanya,  kepada orang itu diberikan pula gantinya. Kemudian
ia melepaskan dunia ini  dengan  meninggalkan  warisan  rohani
yang  agung,  yang selalu memancar di semesta dunia ini. Tuhan
akan menyempurnakan ajaranNya, akan menolong agamaNya di  atas
semua agama, sekali pun oleh orang-orang kafir tidak diakui.

Semoga Allah memberi rahmat dan kedamaian kepadanya.

Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Catatan kaki:

1 Sejenis kain bersulam buatan Yaman.
  
2 Diucapkan sebagai tanda cinta dan mendoakan. Lihat
   halaman 326 (A).
  
3 Saqifa berarti 'serambi beratap' (N) (LA) atau
   'ruangan besar beratap' (LA), semacam balairung (A).
  
4 Umara' jamak amir, harfiah 'yang memerintah,'
   pemimpin-pemimpin, dapat diartikan kepala-kepala
   negara; wuzana' jamak wazir 'yang memberi dukungan'
   (N), yakni 'para menteri' (A).
  
5 Harfiah 'Saya kayu pasak tempat ternak bergerak dan
   setandan kurma yang bertopang,' yakni 'saya tempat
   orang yang mencari pengobatan dengan pendapatnya,
   seperti unta mengobati sakit gatalnya dengan
   bergaruk-garuk pada kayu pasak.' (N). Perumpamaan
   Melayu di atas berarti, saya yang memberi dua
   pertolongan dalam satu perjalanan.' (A)
  
6 Dalam teks Hadis digunakan kata 'la'ana' dan
   'qatala,' yang menurut (N) dapat diartikan sama (A).
  
7 Shuhari dan Shuhar nama sebuah desa di Yaman. Juga
   dikatakan dari kata shuhra, yakni warna merah muda.
  
8 Assalamu'alaika, ya Rasulullah wa rahmatullahi wa
   barakatuhu
  
9 'Ya manshur, amit!,' Harfiah: 'O yang menang, matilah'
   Menurut (N). ini berarti perintah mati sebagai
   optimisma kemenangan yang akan dicapai, juga dipakai
   sebagai sandi untuk saling kenal-mengenal dalam gelap
   malam (A).
  
10 Aslinya dalam bentuk penderita atau obyek = tidak
   diwarisi (A).

---------------------------------------------
S E J A R A H    H I D U P    M U H A M M A D

oleh MUHAMMAD HUSAIN HAEKAL
diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah